Sabtu, 11 Juni 2011

Pembangkit Listrik Hibrida Padukan Gas, Cahaya, dan Angin

   
  Belakangan ini, kebutuhan energi semakin meningkat, dengan demikian tingkat polusi udara juga semakin meningkat, mengingat sumber energi yang sekarang masih menjadi andlan di beberapa negaramaju adalah bahan bakar fosil. Namun kita juga tidak bisa terus bergantung dengan suber energi bahan bakar fosil, sebab sumber energi ini akan habis nantinya.
   
  Beberapa ahli dan peneliti di dunia terus mencari solusi dari masalah global ini dengan terus berusaha mengembangkan dan mengaplikasikan penggunaan energi terbarukan, demi menjaga kelestarian bumi ini. Sebuah pembangkit listrik hibrida akan memadukan penggunaan gas, sinar matahari, dan tenaga angin. Sistem ini akan menjadi sebuah langkah maju dalam memadukan energi terbarukan ke dalam distribusi listrik.
   
  Pembangkit listrik yang dibangun di Turki itu akan mampu menghasilkan listrik sebesar 522 megawatt. Sebanyak 450 megawatt masih dihasilkan dari penggunaan gas, sisanya dari sinar matahari dan angin.
    
  Komponen penangkap cahaya terdiri dari lapangan cermin pelacak sinar matahari yang akan memusatkan cahaya matahari pada sebuah menara untuk menghasilkan uap. Lalu, uap yang dihasilkan akan dimasukkan ke dalam turbin yang akan menambah keluaran listrik. 
   
  Sebuah ladang angin kecil juga terhubung dengan pembangkit listrik, menambah keluaran sebanyak 22 megawatt.
   
  Seluruh sistem pembangkit listrik akan menjadi satu kendali, "Untuk menekan biaya dan mempermudah integrasi," jelas General Electric (GE). Dilaporkan oleh Technology Review, GE juga mengungkapkan bahwa sistem seperti ini memangkas biaya sistem tenaga surya hingga separuh.    
  
   Pembangunan akan dimulai akhir tahun ini dan GE berharap pembangkit listrik hibrida ini dapat beroperasi pada tahun 2015. 

(Sumber: Technology Review, Popsci)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar